links

Selasa, 27 November 2012

Organisasi Niaga

Organisasi Niaga


Organisasi adalah sekumpulan orang dalam suatu yang mempunyai visi  atau hobi yang sama,dan bersama-sama membuat hobi atau visi itu menjadi sesuatu hal yang berguna bagi banyak orang. Organisasi niaga adalah organisasi yang tujuan utamanya adalah untuk mencari keuntungan. Berikut ini akan di jelaskan macam-macam organisasi niaga.
Perseroan Terbatas (PT) 

Perseroan Terbatas (PT) merupakan suatu persekutuan untuk menjalankan usaha yang modalnya terdiri dari saham-saham ataupun obligasi, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. Karena modalnya terdiri dari saham dan obligasi yang dapat diperjualbelikan, perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan. 

Perseroan terbatas merupakan badan usaha dan besarnya modal perseroan tercantum dalam anggaran dasar. Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan pribadi pemilik perusahaan sehingga memiliki kekayaan sendiri. Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu saham yang menjadi bukti kepemilikan perusahaan. Pemilik saham mempunyai tanggung jawab yang terbatas, yaitu sebanyak saham yang dimiliki. Apabila utang perusahaan melebihi kekayaan perusahaan, maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para pemegang saham. Apabila perusahaan mendapatkan keuntungan, maka keuntungan tersebut dibagikan kepada para pemilik saham sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

Jadi, perseroan terbatas adalah organisasi bisnis yang memiliki badan hukum resmi yang dimiliki oleh minimal dua orangatau lebih dengan tanggung jawab yang hanya berlaku pada perusahaan tanpa melibatkan harta pribadi atau perseorangan yang ada didalamnya.

Ciri dan Sifat PT
- Sudah memiliki badan hukum yang resmi
- Modal perusahaan biasanya dalam bentuk saham atau obligasi
- Kewajiban terbatas pada modal tanpa melibatkan harta pribadi
- Modal dan ukuran perusahaan besar
- Kelangsungan hidup perusahaan PT ada ditangan pemilik saham
- Dapat dipimpin oleh orang yang tidak memiliki bagian saham
- Kepemilikan mudah berpindah tangan
- Keuntungan perusahaan dibagikan kepada para pemilik saham dalam bentuk deviden
- Sulit untuk membubarkan PT

Alasan berorganisasi
Organisasi didirikan oleh sekelompok orang tentu memiliki alasan. Seorang pakar bernama Herbert G. Hicks mengemukakan dua alasan mengapa orang memilih untuk berorganisasi: a. Alasan Sosial (social reason), sebagai “zoon politicon ” artinya mahluk yang hidup secara berkelompok, maka manusia akan merasa penting berorganisasi demi pergaulan maupun memenuhi kebutuhannya. Hal ini dapat kita temui pada organisasi-organisasi yang memiliki sasaran intelektual, atau ekonomi. b. Alasan Materi (material reason), melalui bantuan organisasi manusia dapat melakukan tiga macam hal yang tidak mungkin dilakukannya sendiri yaitu: 1) Dapat memperbesar kemampuannya 2) Dapat menghemat waktu yang diperlukan untuk mencapai suatu sasaran, melalui bantuan sebuah organisasi. 3) Dapat menarik manfaat dari pengetahuan generasi-generasi sebelumnya yang telah dihimpun.

Tipe-tipe organisasi
Secara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Pembagian tersebut tergantung pada tingkat atau derajat mereka terstruktur. Namur dalam kenyataannya tidak ada sebuah organisasi formal maupun informal yang sempurna.
Organisasi yang didirikan tentu memiliki tujuan yang ingin dicapai secara maksimal. Oleh karena itu suatu organisasi harus menentukan tujuan pokok mereka berdasarka kriteria-kriteria organisasi tertentu. Adapun tujuan yang ingin dicapai umumnya menurut J Winardi adalah:
a.       Organisasi berorientasi pada pelayanan (service organizations), yaitu organisasi yang berupaya memberikan pelayanan yang profesional kepada anggotanya maupun pada kliennya. Selain itu siap membantu orang tanpa menuntut pembayaran penuh dari penerima servis.
b.      Organisasi yang berorientasi pada aspek ekonomi (economic organizations), yaitu organisasi yang menyediakan barang dan jasa sebagai imbalan dalam pembayaran dalam bentuk tertentu.
c.       Organisasi yang berorientasi pada aspek religius (religious organizations)
d.      Organisasi-organisasi perlindungan (protective organizations)
e.       Organisasi-organisasi pemerintah (government organizations)
f.       Organisasi-organisasi sosial (social organizations)

Referensi:

Selasa, 02 Oktober 2012

OSIS (ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH)


NAMA  : OETARIE AMANDA
NPM     : 15111429
KELAS : 2KA18


OSIS
(ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH)

            Organisasi adalah kumpulan – kumpulan orang yang saling bekerja sama dalam menapai tujuan bersama dan sesuai dengan aturan –aturan yang diterapkan. Organisasi diciptakan untuk menyelesaikan kerumitan – kerumitan yang ada dalam suatu organisasi. Dan organisasi juga diciptakan sebagai tempat atau wadah dimana orang – orang berkumpul, bekerja sama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi,terpmpin, dan terkendali dalam memanfaatkan sumber daya, sarana dan prasarana, data dan lain sebagainya digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan dari organisasi.
            Biasanya dalam organisasi terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, pembimbing, dan anggota anggota. Dalam berorganisasi kita bebas untuk mengemukakan pendapat, asalkan mengemukakannya dengan baik,sopan dan jelas.
            Bentuk – bentuk organisasi :
-          Organisasi mahasiswa, contohnya BEM
-          Organisasi sosial, contohnya Lembaga Sosial
-          Organisasi politik, contohnya Organisasi Advokasi dan Teroris
-          Organisasi sekolah, contonhnya OSIS
-          Dll

Kali ini saya akan membahas tentang Organisasi Sekolah yaitu OSIS (organisasi siswa intra sekolah). OSIS kita temukan pada sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA). OSIS ini dikelola oleh siswa – siswa yang terpilih melalui tahapan –tahapan seleksi untuk menjadi pengurus OSIS, dan memiliki seorang guru pembimbing yang telah dipilih oleh pihak sekolah. Organisasi dalam hal ini dimaksudkan satuan atau kelompok kerjasama para siswa yang dibentuk dalam usaha untuk mencapai tujuan bersama, yaitu mendukung terwujudnya pembinaan kesiswaan.
Pada dasarnya OSIS disuatu sekolah memiliki struktur organissasi yang berbeda  satu sama lainnya, namun biasanya struktur keorganisasian dalam OSIS terdiri dari :
-          Ketua pembina
-          Wakil ketua pembina
-          Pembina
-          Ketua Osis
-          Wakil ketua Osis
-          Sekretaris
-          Bendahara
-          Wakil bendahara
-          Koordinator bidang dan seksi koordinator
OSIS adalah satu-satunya wadah organisasi siswa yang sah di sekolah. Oleh karena itu setiap sekolah wajib membentuk Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), yang tidak mempunyai hubungan organisatoris dengan OSIS di sekolah lain dan tidak menjadi bagian  atau alat dari organisasi lain yang ada di luar sekolah.
Contoh program – program OSIS dalam bidang keagamaan seperti memperingati hari – hari besar islam, mengadakan perlombaan MTQ, adzan dan iqomah. Dalam hal untuk menanamkan rasa cinta terhadap tanah air, biasanya OSIS menyediakan kegiatan seperti pembentukan paskibraka sekolah, penjelajahan alam. OSIS juga melakukan kegiatan MOS (masa orientasi siswa), latihan baris – berbaris dan kepramukaan.
Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan maka harus disusun upaya pencapaiannya dalam suatu program yang terdiri dari langkah – langkah dan tahapan – tahapan, seperti rencana dan jadwal kegiatan dan rencana anggaran.
Manfaat dari berorganisasi :
-          Menambah pengalaman
Dengan ikut berorganisasi kita dapat menambah ilmu pengetahuan, memperbanyak teman dan menambah pengalaman.
-          Membentuk sikap mental positif, misalnya kedisiplinan, ketekunan, kejujuran, dan percaya diri.
-          Dll.

Referensi :

Rabu, 25 Juli 2012

TINDAKAN ANARKIS


FAKTOR – FAKTOR YANG MENYEBABKAN TERJADINYA TINDAKAN ANARKIS


Tindakan anarkis adalah tindakan semena – mena yang dilakukan menggunakan kekerasan terhadap kelompok, atau seseorang yang melakukan kesalahan atau tindak kejahatan. Tindakan anarkis ini bisa berupa pemukulan, pengeroyokan, penjarahan, atau pembakaran seseorang yang dianggap bersalah.
Di Indonesia, setiap masyarakat berhak, bahkan wajib berpolitik untuk memajukan dan mempersatukan bangsa, membuat Undang-Undang, dan tidak lupa setiap warga negara berhak mengawasi pelaksanaan kekuasaan Negara. Hukum yang ada dibentuk sesuai dengan hasil proses politik di dalam masyarakat. Setelah hukum terbentuk maka setiap orang yang mendiami wilayah Republik Indonesia harus tunduk dan patuh terhadap aturan tersebut tanpa terkecuali. Jadi, jika ada yang melakukan tindakan kejahatan misalnya mencuri, kita sebagai warga negara yang baik jangan langsung melakukan tindakan main hakim sendiri dan jangan memprovokasi orang lain untuk ikut melakukan pemukulan atau pengeroyokan kepada tersangka, sebaiknya kita menyerahkan kepada pihak yang berwajib. Kita juga sangat miris ketika melihat aksi – aksi demo yang anarkis. Penyampaian aspirasi yang seharusnya berjalan dengan baik dan tertib sehingga apa yang ingin disampaikan dapat terlaksana, ini malah sebaliknya, contohnya saja demo yang dilakukan mahasiswa yang aawalnya berjalan dengan tertib sering berujung dengan melakukan tindakan anarkis dan tidak jarang jatuh korban luka hingga meninggal. Begitu juga dengan tawuran yang sering dilakukan anak sekolah menengah  pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA), mereka sering terpancing melakukan tawuran karena hal – hal sepele, untuk membela teman, pacar, ataupun karena guyonan semata. Mereka melakukan tawuran secara anarkis, merusak fasilitas umum, mengganggu aktifitas masyarakat, dan tentunya perbuatan ini sangat tidak menyenangkan.

Faktor penyebab terjadinya tindakan anarkis terbagi dua :
1.     Faktor Internal
Salah satu faktor yang amat mempengaruhi perubahan karakter masyarakat yang cenderung anarkis yakni faktor dari dalam masyarakat itu sendiri.
Masyarakat seharusnya bisa untuk menahan diri agar tidak terpancing atau terprovokasi untuk melakukan tindakan anarkis tersebut.
2.     Faktor eksternal
Globalisiasi. Sebuah kata kunci untuk mengambarkan bagaimana sebenarnya pergerseran budaya menjadi faktor eksternal dari perilaku anarkis yang selama ini terjadi. Faktor internal telah menjadi fondasi dasar atas perilaku anarkis yang berkembang di masyarakat. Disamping itu, globalisasi telah menyusupkan sebuah virus negatif sebagai sisi lain dari kemajuan zaman yang ia gaungkan.
Jadi, terhadap adanya kecenderungan peningkatan anarkis di masyarakat, sudah saatnya kita sadar  bahwa kita berkejaran dengan waktu. Pencegahan anarkis perlu dilakukan sebelum tindakan itu tumbuh sebagai kebiasaan baru di masyarakat mengingat telah cukup banyaknya kalangan yang merasakan serunya merusak, menjarah, membakar dan lain-lain tanpa dihujat apalagi ditangkap.
Referensi:
http://theperspectiveofanthropology.wordpress.com/2011/01/05/budaya-kekerasan-penyebab-utama-anarkisme/

Jumat, 29 Juni 2012

sosial budaya




SOSIAL BUDAYA

Kita hidup di dunia ini bergantung pada kemampuan untuk beradaptasi terhadap lingkungan. Akan tetapi berbeda dengan kehidupan lainnya, kita sebagai manusia membina hubungan dengan lingkungan secara aktif. Kita  tidak sekedar mengandalkan hidup kita pada kemurahan lingkungan hidup. Dalam memenuhi kebutuhan hidup kita mengelola lingkungan dan mengolah sumberdaya alam secara aktif sesuai dengan keinginan.

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) dapat diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Di Indonesia setiap daerah memiliki beraneka ragam budaya yang unik dan khas, seperti daerah Sumatera Barat yang menggunakan bahasa minang sebagai bahasa sehari-hari, lain halnya dengan Sumatera Utara yang menggunakan bahasa batak.

Kemampuan manusia membina hubungan dengan lingkungan secara aktif itu telah membuka peluang bagi pengembangan berbagai bentuk organisasi dan kebudayaan menuju peradaban. Sebagai perwujudannya adalah adaptasi kelompok sosial terhadap lingkungan setempat maupun karena kecepatan perkembangannya.

Indonesia adalah salah satu bangsa yang terdapat di Asia. Kehidupan di Indonesia memiliki potensi alam dan kebudayaan yang sangat tinggi, sehingga Indonesia tidak hanya dikenal dalam hal budaya dan potensi alam saja melainkan juga dalam hal pola kehidupan semua masyarakatnya. Kebudayaan Indonesia dapat didefinisikan sebagai seluruh kebudayaan lokal yang telah ada sebelum diresmikannya Indonesia pada tahun 1945. Seluruh kebudayaan lokal yang berasal dari kebudayaan beraneka ragam suku-suku di Indonesia merupakan bagian integral daripada kebudayaan Indonesia.

Walaupun kebudayaan Indonesia beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India, dan kebudayaan Arab. Di Indonesia terdiri dari lima agama besar, yaitu: Islam, Protestan, Katolik, Hindu, dan Budha. Agama di Indonesia memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa “tiap-tiap penduduk diberikan kebebasan untuk memilih dan mempraktikkan kepercayaannya” dan “menjamin semuanya akan kebebasan untuk menyembah, menurut agama atau kepercayaannya”. Pemerintah secara resmi hanya mengakui lima agama, yakni Islam, Protestan, Katolik, Hindu, dan Budha.

Dengan banyaknya agama atau aliran kepercayaan yang ada di Indonesia, konflik antar agama sering kali tidak terelakkan. Bukan berarti bahwa selalu terjadi penekanan terhadap agama lain. Namun hal ini mulai berkurang semenjak demokrasi di Indonesia mulai ditegakkan.

Kita berharap semoga tidak ada lagi perpecahan – perpecahan yang terjadi di Indonesia, dan kita sebagai warga negara dapat bersatu untuk mempertahankan negara ini agar tidak mudah di adu domba.

Referensi: