links

Selasa, 02 Oktober 2012

OSIS (ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH)


NAMA  : OETARIE AMANDA
NPM     : 15111429
KELAS : 2KA18


OSIS
(ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH)

            Organisasi adalah kumpulan – kumpulan orang yang saling bekerja sama dalam menapai tujuan bersama dan sesuai dengan aturan –aturan yang diterapkan. Organisasi diciptakan untuk menyelesaikan kerumitan – kerumitan yang ada dalam suatu organisasi. Dan organisasi juga diciptakan sebagai tempat atau wadah dimana orang – orang berkumpul, bekerja sama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi,terpmpin, dan terkendali dalam memanfaatkan sumber daya, sarana dan prasarana, data dan lain sebagainya digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan dari organisasi.
            Biasanya dalam organisasi terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, pembimbing, dan anggota anggota. Dalam berorganisasi kita bebas untuk mengemukakan pendapat, asalkan mengemukakannya dengan baik,sopan dan jelas.
            Bentuk – bentuk organisasi :
-          Organisasi mahasiswa, contohnya BEM
-          Organisasi sosial, contohnya Lembaga Sosial
-          Organisasi politik, contohnya Organisasi Advokasi dan Teroris
-          Organisasi sekolah, contonhnya OSIS
-          Dll

Kali ini saya akan membahas tentang Organisasi Sekolah yaitu OSIS (organisasi siswa intra sekolah). OSIS kita temukan pada sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA). OSIS ini dikelola oleh siswa – siswa yang terpilih melalui tahapan –tahapan seleksi untuk menjadi pengurus OSIS, dan memiliki seorang guru pembimbing yang telah dipilih oleh pihak sekolah. Organisasi dalam hal ini dimaksudkan satuan atau kelompok kerjasama para siswa yang dibentuk dalam usaha untuk mencapai tujuan bersama, yaitu mendukung terwujudnya pembinaan kesiswaan.
Pada dasarnya OSIS disuatu sekolah memiliki struktur organissasi yang berbeda  satu sama lainnya, namun biasanya struktur keorganisasian dalam OSIS terdiri dari :
-          Ketua pembina
-          Wakil ketua pembina
-          Pembina
-          Ketua Osis
-          Wakil ketua Osis
-          Sekretaris
-          Bendahara
-          Wakil bendahara
-          Koordinator bidang dan seksi koordinator
OSIS adalah satu-satunya wadah organisasi siswa yang sah di sekolah. Oleh karena itu setiap sekolah wajib membentuk Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), yang tidak mempunyai hubungan organisatoris dengan OSIS di sekolah lain dan tidak menjadi bagian  atau alat dari organisasi lain yang ada di luar sekolah.
Contoh program – program OSIS dalam bidang keagamaan seperti memperingati hari – hari besar islam, mengadakan perlombaan MTQ, adzan dan iqomah. Dalam hal untuk menanamkan rasa cinta terhadap tanah air, biasanya OSIS menyediakan kegiatan seperti pembentukan paskibraka sekolah, penjelajahan alam. OSIS juga melakukan kegiatan MOS (masa orientasi siswa), latihan baris – berbaris dan kepramukaan.
Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan maka harus disusun upaya pencapaiannya dalam suatu program yang terdiri dari langkah – langkah dan tahapan – tahapan, seperti rencana dan jadwal kegiatan dan rencana anggaran.
Manfaat dari berorganisasi :
-          Menambah pengalaman
Dengan ikut berorganisasi kita dapat menambah ilmu pengetahuan, memperbanyak teman dan menambah pengalaman.
-          Membentuk sikap mental positif, misalnya kedisiplinan, ketekunan, kejujuran, dan percaya diri.
-          Dll.

Referensi :

Rabu, 25 Juli 2012

TINDAKAN ANARKIS


FAKTOR – FAKTOR YANG MENYEBABKAN TERJADINYA TINDAKAN ANARKIS


Tindakan anarkis adalah tindakan semena – mena yang dilakukan menggunakan kekerasan terhadap kelompok, atau seseorang yang melakukan kesalahan atau tindak kejahatan. Tindakan anarkis ini bisa berupa pemukulan, pengeroyokan, penjarahan, atau pembakaran seseorang yang dianggap bersalah.
Di Indonesia, setiap masyarakat berhak, bahkan wajib berpolitik untuk memajukan dan mempersatukan bangsa, membuat Undang-Undang, dan tidak lupa setiap warga negara berhak mengawasi pelaksanaan kekuasaan Negara. Hukum yang ada dibentuk sesuai dengan hasil proses politik di dalam masyarakat. Setelah hukum terbentuk maka setiap orang yang mendiami wilayah Republik Indonesia harus tunduk dan patuh terhadap aturan tersebut tanpa terkecuali. Jadi, jika ada yang melakukan tindakan kejahatan misalnya mencuri, kita sebagai warga negara yang baik jangan langsung melakukan tindakan main hakim sendiri dan jangan memprovokasi orang lain untuk ikut melakukan pemukulan atau pengeroyokan kepada tersangka, sebaiknya kita menyerahkan kepada pihak yang berwajib. Kita juga sangat miris ketika melihat aksi – aksi demo yang anarkis. Penyampaian aspirasi yang seharusnya berjalan dengan baik dan tertib sehingga apa yang ingin disampaikan dapat terlaksana, ini malah sebaliknya, contohnya saja demo yang dilakukan mahasiswa yang aawalnya berjalan dengan tertib sering berujung dengan melakukan tindakan anarkis dan tidak jarang jatuh korban luka hingga meninggal. Begitu juga dengan tawuran yang sering dilakukan anak sekolah menengah  pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA), mereka sering terpancing melakukan tawuran karena hal – hal sepele, untuk membela teman, pacar, ataupun karena guyonan semata. Mereka melakukan tawuran secara anarkis, merusak fasilitas umum, mengganggu aktifitas masyarakat, dan tentunya perbuatan ini sangat tidak menyenangkan.

Faktor penyebab terjadinya tindakan anarkis terbagi dua :
1.     Faktor Internal
Salah satu faktor yang amat mempengaruhi perubahan karakter masyarakat yang cenderung anarkis yakni faktor dari dalam masyarakat itu sendiri.
Masyarakat seharusnya bisa untuk menahan diri agar tidak terpancing atau terprovokasi untuk melakukan tindakan anarkis tersebut.
2.     Faktor eksternal
Globalisiasi. Sebuah kata kunci untuk mengambarkan bagaimana sebenarnya pergerseran budaya menjadi faktor eksternal dari perilaku anarkis yang selama ini terjadi. Faktor internal telah menjadi fondasi dasar atas perilaku anarkis yang berkembang di masyarakat. Disamping itu, globalisasi telah menyusupkan sebuah virus negatif sebagai sisi lain dari kemajuan zaman yang ia gaungkan.
Jadi, terhadap adanya kecenderungan peningkatan anarkis di masyarakat, sudah saatnya kita sadar  bahwa kita berkejaran dengan waktu. Pencegahan anarkis perlu dilakukan sebelum tindakan itu tumbuh sebagai kebiasaan baru di masyarakat mengingat telah cukup banyaknya kalangan yang merasakan serunya merusak, menjarah, membakar dan lain-lain tanpa dihujat apalagi ditangkap.
Referensi:
http://theperspectiveofanthropology.wordpress.com/2011/01/05/budaya-kekerasan-penyebab-utama-anarkisme/

Jumat, 29 Juni 2012

sosial budaya




SOSIAL BUDAYA

Kita hidup di dunia ini bergantung pada kemampuan untuk beradaptasi terhadap lingkungan. Akan tetapi berbeda dengan kehidupan lainnya, kita sebagai manusia membina hubungan dengan lingkungan secara aktif. Kita  tidak sekedar mengandalkan hidup kita pada kemurahan lingkungan hidup. Dalam memenuhi kebutuhan hidup kita mengelola lingkungan dan mengolah sumberdaya alam secara aktif sesuai dengan keinginan.

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) dapat diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Di Indonesia setiap daerah memiliki beraneka ragam budaya yang unik dan khas, seperti daerah Sumatera Barat yang menggunakan bahasa minang sebagai bahasa sehari-hari, lain halnya dengan Sumatera Utara yang menggunakan bahasa batak.

Kemampuan manusia membina hubungan dengan lingkungan secara aktif itu telah membuka peluang bagi pengembangan berbagai bentuk organisasi dan kebudayaan menuju peradaban. Sebagai perwujudannya adalah adaptasi kelompok sosial terhadap lingkungan setempat maupun karena kecepatan perkembangannya.

Indonesia adalah salah satu bangsa yang terdapat di Asia. Kehidupan di Indonesia memiliki potensi alam dan kebudayaan yang sangat tinggi, sehingga Indonesia tidak hanya dikenal dalam hal budaya dan potensi alam saja melainkan juga dalam hal pola kehidupan semua masyarakatnya. Kebudayaan Indonesia dapat didefinisikan sebagai seluruh kebudayaan lokal yang telah ada sebelum diresmikannya Indonesia pada tahun 1945. Seluruh kebudayaan lokal yang berasal dari kebudayaan beraneka ragam suku-suku di Indonesia merupakan bagian integral daripada kebudayaan Indonesia.

Walaupun kebudayaan Indonesia beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India, dan kebudayaan Arab. Di Indonesia terdiri dari lima agama besar, yaitu: Islam, Protestan, Katolik, Hindu, dan Budha. Agama di Indonesia memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa “tiap-tiap penduduk diberikan kebebasan untuk memilih dan mempraktikkan kepercayaannya” dan “menjamin semuanya akan kebebasan untuk menyembah, menurut agama atau kepercayaannya”. Pemerintah secara resmi hanya mengakui lima agama, yakni Islam, Protestan, Katolik, Hindu, dan Budha.

Dengan banyaknya agama atau aliran kepercayaan yang ada di Indonesia, konflik antar agama sering kali tidak terelakkan. Bukan berarti bahwa selalu terjadi penekanan terhadap agama lain. Namun hal ini mulai berkurang semenjak demokrasi di Indonesia mulai ditegakkan.

Kita berharap semoga tidak ada lagi perpecahan – perpecahan yang terjadi di Indonesia, dan kita sebagai warga negara dapat bersatu untuk mempertahankan negara ini agar tidak mudah di adu domba.

Referensi:


Minggu, 24 Juni 2012

interaksi sosial


INTERAKSI SOSIAL

Interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan-hubungan sosial yang dinamis. Hubungan sosial yang dimaksud adalah dapat berupa hubungan antara individu yang satu dengan individu – individu lainnya, antara kelompok yang satu dengan kelompok –kelompok lainnya, maupun antara kelompok dengan individu. Dalam interaksi juga terdapat simbol -simbol, di mana simbol diartikan sebagai sesuatu nilai atau maknanya diberikan  oleh mereka yang menggunakannya. 

Menurut Homans ( dalam Ali, 2004: 87) mendefinisikan interaksi sebagai suatu kejadian ketika suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang terhadap individu lain diberi ganjaran atau hukuman dengan menggunakan suatu tindakan oleh individu lain yang menjadi pasangannya. Konsep yang dikemukakan oleh Homans ini mengandung pengertian bahwa interaksi adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang dan dalam interaksi merupakan suatu stimulus bagi tindakan individu lain yang menjadi pasangannya.

Sedangkan proses sosial adalah suatu interaksi atau hubungan timbal balik atau saling mempengaruhi antar manusia yang berlangsung sepanjang hidupnya didalam masyarakat.  Dan menurut Soerjono Soekanto, proses sosial diartikan sebagai cara-cara berhubungan yang dapat dilihat jika individu dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu serta menentukan sistem dan bentuk hubungan sosial. Saya setuju dengan pendapat Soerjono Soekanto karena cara berhubungan kita dengan individu atau kelompok ditentukan dari tata cara kita berinteraksi.

Akhir-akhir ini tingkat kekerasan dalam masyarakat semakin meningkat. Sulit  untuk memberikan jawaban secara pasti berkaitan dengan maraknya kekerasan di tengah masyarakat. Kurangnya nilai interaksi sosial, mungkin bisa menjadi salah satu jawabannya.  Berbagai kasus kekerasan yang terjadi, sulit untuk menjawab secara pasti apa motif dibalik semua tindakan kekerasan tersebut. Mengingat, tindakan kekerasan muncul dalam berbagai bentuk. Mulai dari tindakan kekerasan oleh perseorangan,  keluarga, aparat Negara (Polisi dan Tentara), ormas –ormas tertentu, maupun kekerasan antar warga masyarakat.

Fenomena tindakan kekerasan dalam bentuknya yang bervariatif, tentu saja, menimbulkan rasa takut dalam masyarakat. Untuk itu kita harus lebih meningkatkan kesadaran dalam berinteraksi agar terhindar dari hal –hal buruk yang tidak diinginkan dan agar tidak hilangnya nilai interaksi sosial antar sesama.


Referensi :


Sabtu, 23 Juni 2012

TIPS DAN TRIK SEO


TIPS DAN TRIK SEO 

Search Engine adalah istilah atau penyebutan untuk website yang berfungsi sebagai mesin pencari kata, mesin pencari ini akan menampilkan informasi berdasarkan permintaan dari user pencari konten.
Berikut ini tips mengoptimalkan Search Engine :
  • Pasang search engine (SE) di blog/web.
  • Hindari animasi/java script yang berlebihan
  • Jika dipasang di blog/web, tempatkan pada posisi yang mudah dilihat oleh semua halaman.
  • Untuk alamat halaman web, search engine lebih mengenai dengan kata-kata dan karakter tertentu.
ex: http://www.tips.net/artikel/seo/45-cara--agar-website-cepat-dikenali-search-engine

dari contoh alamat diatas, terlihat kata yang sesuai dengan judul
artikel, dan setiap jeda spasi diganti dengan tanda "-", hal ini dikarenakan Search Engine tidak mengenali "spasi".
  • Semakin banyak jenis kata yang pada web maka akan semakin besar kemungkinan dikenali Search Engine ( Crawl ).