links

Sabtu, 10 Maret 2012

BUDAYA SEBAGAI ALAT PEMERSATU BANGSA


BUDAYA SEBAGAI ALAT PEMERSATU BANGSA


Penduduk Indonesia terdiri dari berbagai suku, ras, dan agama yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Negara Indonesia memiliki keanekaragaman budaya yang menjadi identitas dari bangsa Indonesia, setiap daerah memilki identitas atau keunikannya masing-masing, mulai dari tarian, bahasa, masakan, serta banyak hal lainnya. Contohnya saja masyarakat Sumatera Barat, mereka menggunakan bahasa minang sebagai bahasa sehari- hari, berbeda dengan masyarakat Sumatera Utara, mereka menggunakan bahasa batak sebagai bahasa sehari-harinya.

Manusia adalah makhluk berbudaya karena memiliki akal, nurani dan kehendak. Kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti budi atau akal. Kebudayaan adalah hasil dari cipta, rasa dan karsa manusia. Manusia dan kebudayaan merupakan dwi tunggal karena keduanya tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya, dimana ada sekelompok manusia maka di situ ada kebudayaan yang dihasilkan. Kebudayan berguna bagi manusia atau masyarakat untuk melindungi diri terhadap alam, mengatur hubungan antar manusia dan sebagai wadah dari segenap perasaan manusia. Kebudayan yang hidup dan berkembang pada suku bangsa di setiap daerah disebut kebudayaan lokal.

Belakangan ini banyak kita menyaksikan bahwa budaya-budaya bangsa Indonesia banyak diklaim sebagai budaya bangsa lain, misalnya Reog Ponorogo, Tari Pendet, Keris, Batik, rendang, serta lagu-lagu daerah yang ditiru. segenap bangsa Indonesia ramai-ramai mengutuk negara tersebut sebagai pencuri budaya bangsa lain. Masyarakat Indonesia tidak terima dengan perbuatan yang dilakukan bangsa tersebut, karena budaya yang selama ini dicintai dan dibanggakan ternyata ada yang mengklaim atau menirunya. Kita sangat berharap agar pengklaiman ini tidak terjadi lagi.

Indonesia juga memiliki banyak daerah-daerah wisata, banyak keindahan-keindahan alam dan budaya yang bisa kita nikmati sebagai rahmat dan anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa. Sudah seharusnya kita mempelajari dan melestarikan budaya-budaya yang ada agar generasi penerus masih bisa menikmatinya, serta mengembangkan nilai-nilai budaya daerah yang membangun kebanggaan masyarakat terhadap daerah, sekaligus bangsa Indonesia.

Sangat menyedihkan ketika kita sering mendengar terjadi kerusuhan antar etnis di Indonesia yang mengatasnamakan suku maupun agama, misalnya yang terjadi di Sampit dan Poso. Bahkan, terkadang pemicu kerusuhan itu hanya masalah-masalah sepele yang tidak semestinya mengikutsertakan golongan-golongan tertentu. Sebagai bangsa yang menjadikan persatuan dan kesatuan sebagai dasar negara, sudah seharusnya kita mencegah perlakuan diskriminasi guna menghindari sikap sukuisme dan fanatisme kedaerahan yang sempit yang membelenggu kebebasan individu dalam mengembangkan kualitasnya sebagai bangsa yang majemuk. oleh karena itu, diperlukan kesadaran masyarakat dalam menerima keanekaragaman yang ada, serta saling menghormati dan menghargai perbedaan itu sebagai karunia Sang Pencipta, serta peranan lembaga adat dan para pemuka agama dalam mewujudkan suasana aman dan kondusif guna menjalin kerukunan bangsa dan negara.

Dan seiring dengan perkembangan zaman, nilai budaya tradisional mulai terlupakan oleh generasi muda akibat teknologi. Tetapi kita dapat mencegahnya dengan melibatkan diri dalam seluruh kegiatan budaya tradisional, agar kita mengerti betapa pentingnya budaya yang tidak hanya sebagai ciri khas suatu daerah tetapi juga menceritakan kehidupan para pendahulu kita.

Melalui budaya suatu daerah bisa terkenal dimana-mana. Untuk itu budaya tradisional tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kepedulian kita semua untuk menanamkan rasa percaya diri bagi generasi muda bahwa ternyata budaya tradisional zaman dulu tidak ketinggalan, tetapi masih sangat relevan dengan budaya-budaya saat ini.

Generasi muda berperan penting dalam mengangkat kembali nilai budaya tradisional yang mulai termarginalkan supaya tidak hilang seiring dengan perkembangan teknologi. Sebagai tujuan kita mempelajari Wawasan Nusantara yaitu untuk memantapkan sikap Nasionalisme yang tinggi dan tekad mengutamakan kepentingan nasional diatas kepentingan pribadi dan golongan untuk mencapai tujuan nasional dengan diiringi rasa senasib seperjuangan sebagai bangsa yang bertanah air satu, bangsa Indonesia.

Berdasarkan data HIMPALAUNAS.COM, PALEMBANG - Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik mengatakan budaya bisa menjadi alat pemersatu bangsa, karena melalui kebudayaan antar warga masyarakat akan semakin akrab.

Sudah saatnya kita untuk mempererat tali persatuan dan persaudaraan sebagai warga Negara Indonesia, agar tidak mudah di adu domba oleh bangsa lain. Dan semoga saja tidak terjadi lagi hal – hal buruk yang tidak diinginkan. Amin..

Referensi :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar