links

Minggu, 24 Juni 2012

interaksi sosial


INTERAKSI SOSIAL

Interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan-hubungan sosial yang dinamis. Hubungan sosial yang dimaksud adalah dapat berupa hubungan antara individu yang satu dengan individu – individu lainnya, antara kelompok yang satu dengan kelompok –kelompok lainnya, maupun antara kelompok dengan individu. Dalam interaksi juga terdapat simbol -simbol, di mana simbol diartikan sebagai sesuatu nilai atau maknanya diberikan  oleh mereka yang menggunakannya. 

Menurut Homans ( dalam Ali, 2004: 87) mendefinisikan interaksi sebagai suatu kejadian ketika suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang terhadap individu lain diberi ganjaran atau hukuman dengan menggunakan suatu tindakan oleh individu lain yang menjadi pasangannya. Konsep yang dikemukakan oleh Homans ini mengandung pengertian bahwa interaksi adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang dan dalam interaksi merupakan suatu stimulus bagi tindakan individu lain yang menjadi pasangannya.

Sedangkan proses sosial adalah suatu interaksi atau hubungan timbal balik atau saling mempengaruhi antar manusia yang berlangsung sepanjang hidupnya didalam masyarakat.  Dan menurut Soerjono Soekanto, proses sosial diartikan sebagai cara-cara berhubungan yang dapat dilihat jika individu dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu serta menentukan sistem dan bentuk hubungan sosial. Saya setuju dengan pendapat Soerjono Soekanto karena cara berhubungan kita dengan individu atau kelompok ditentukan dari tata cara kita berinteraksi.

Akhir-akhir ini tingkat kekerasan dalam masyarakat semakin meningkat. Sulit  untuk memberikan jawaban secara pasti berkaitan dengan maraknya kekerasan di tengah masyarakat. Kurangnya nilai interaksi sosial, mungkin bisa menjadi salah satu jawabannya.  Berbagai kasus kekerasan yang terjadi, sulit untuk menjawab secara pasti apa motif dibalik semua tindakan kekerasan tersebut. Mengingat, tindakan kekerasan muncul dalam berbagai bentuk. Mulai dari tindakan kekerasan oleh perseorangan,  keluarga, aparat Negara (Polisi dan Tentara), ormas –ormas tertentu, maupun kekerasan antar warga masyarakat.

Fenomena tindakan kekerasan dalam bentuknya yang bervariatif, tentu saja, menimbulkan rasa takut dalam masyarakat. Untuk itu kita harus lebih meningkatkan kesadaran dalam berinteraksi agar terhindar dari hal –hal buruk yang tidak diinginkan dan agar tidak hilangnya nilai interaksi sosial antar sesama.


Referensi :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar