links

Kamis, 06 Oktober 2011

ILMU PENGETAHUAN


            Membicarakan masalah ilmu pengetahuan beserta definisinya ternyata tidak semudah dengan yang diperkirakan. Adanya berbagai definisi tentang ilmu pengetahuan ternyata belum dapat menolong untuk memahami hakikat ilmu pengetahuan itu. Sekarang orang lebih memilih dengan mengadakan penggolongan (klasifikasi) sehingga garis demarkasi antara (cabang) ilmu yang satu dengan yang lainnya menjadi lebih diperhatikan. Kebanyakan dari kita cenderung berfikir bahwa ilmu pengetahuan memiliki satu arti. Padahal tiap kata memiliki arti dan makna yang berbeda. Apa itu ilmu ? dan apa itu pengetahuan ? tahap ini saya akan mencoba membahas tentang ilmu. Pastinya kita akan memperoleh banyak pendapat atau definisi tentang ilmu. Apakah memiliki persamaan atau ada perbedaan antara dua arti kata tersebut. Sedangkan menurut hepotesa (dugaan sementara) banyak orang mengatakan bahwa ilmu dan pengetahuan itu berkesinambungan. Lantas apa perbedaan dari kedua arti kata tersebut?  Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia Ilmu diartikan sebagai pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu, pengetahuan atau kepandaian tentang soal duniawi, akhirat, lahir, batin, dsb.  Ada perbedaan prinsip antara ilmu dengan pengetahuan. Ilmu merupakan kumpulan dari berbagai pengetahuan, dan kumpulan pengetahuan dapat dikatakan ilmu setelah memenuhi syarat-syarat objek material dan objek formal,     Ilmu bersifat sistematis, objektif dan diperoleh dengan metode tertentu seperti observasi, eksperimen, dan klasifikasi. Analisisnya bersifat objektif dengan menyampingkan unsur pribadi, mengedepankan pemikiran logika, netral (tidak dipengaruhi oleh kedirian atau subjektif). Selain itu, beberapa tokoh telah menuliskan definisi ilmu antara lain sebagai berikut :
      1.       Menurut Nazir(1988), Ilmu adalah pengetahuan yang bersifat umum dan sistematis, pengetahuan dari mana dapat disimpulkan dalil – dalil tertentu menurut kaidah – kaidah umum.
2.       Menurut Shapere (1974), konsepsi ilmu pada dasarnya mencakup tiga hal yaitu adanya rasionalitas, dapat digeneralisasi dan dapat disistematisasi.
3.       Menurut Schulz (1962),Pengertian ilmu mencakup logika, adanya interpretasi subjektif dan konsistensi dengan realitas sosial.
4.         Mohammad Hatta, mendifinisikan ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya, maupun menurut kdudukannya tampak dari luar, amupun menurut hubungannya dari dalam.
5.         Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag, mengatakan ilmu adalah yang empiris, rasional, umum dan sistematik, dan ke empatnya serentak.
6.         Karl Pearson, mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana.
7.         Ashley Montagu, menyimpulkan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang disusun dalam satu sistem yang berasal dari pengamatan, studi dan percobaan untuk menentukan hakikat prinsip tentang hal yang sedang dikaji.
8.         Harsojo menerangkan bahwa ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang disistemasikan dan suatu pendekatan atau metode pendekatan terhadap seluruh dunia empiris yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu, dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh panca indera manusia. Lebih lanjut ilmu didefinisikan sebagai suatu cara menganalisis yang mengijinkan kepada ahli-ahlinya untuk menyatakan suatu proposisi dalam bentuk : “ jika …. maka “.
            Jadi secara garis besar, ilmu merupakan suatu kumpulan proses dengan menggunakan suatu metode ilmiah yang menghasilkan suatu pengetahuan yang sistematis. Dalam buku filsafat Ilmu yang ditulis oleh Dr. Amsal Baktiar, MA, Ilmu juga memiliki ciri – ciri utama  yaitu:   
  • Ilmu adalah sebagian pengetahuan bersifat koheren, empiris, sistematis,dan bisa dibuktikan. Berbeda dengan iman, yaitu pengetahuan didasarkan atas keyakinan. kepada yang gaib dan penghayatan serta pengalaman pribadi
  • Berbeda dengan pengetahuan, ilmu tidak pernah mengartikan kepingan pengetahuan satu putusan tersendiri, sebaliknya ilmu menandakan seluruh kesatuan ide yang mengacu ke obyek [atau alam obyek] yang sama dan saling berkaitan secara logis. Karena itu, koherensi sistematik adalajh hakikat ilmu. Prinsip-prinsip obyek dan hubungan-hubungannya yang tercermin dalam kaitan-kaiatan logis yang dapat dilihat dengan jelas. Bahwa prinsip-prinsip logis yang dapat dilihat dengan jelas. Bahwa prinsip-prinsip metafisis obyek menyingkapkan dirinya sendiri kepada kita dalam prosedur ilmu secara lamban, didasarkan pada sifat khusus intelek kita yang tidak dapat dicarikan oleh visi ruhani terhadap realitas tetapi oleh berpikir
  • Ilmu tidak memerlukan kepastian lengkap berkenaan dengan masing-masing penalaran perorangan, sebab ilmu dapat memuat di dalamnya dirinya sendiri hipotesis-hipotesis dan teori-teori yang belum sepenuhnya dimantapan
  • Ciri hakiki lainnya dari ilmu ialah metodologi, sebab kaitan logis yang dicari ilmu tidak dicapai dengan penggabungan tidak teratur dan tidak terarah dari banyak pengamatan ide yang terpisah-pisah. Sebaliknya, ilmu menuntut pengamatan dan berpikir metodis, tertata rapi. Alat Bantu metodologis yang penting adalah terminology ilmiah. Yang disebut belakangan ini mencoba konsep-konsep ilmu.
            Dengan adanya ilmu manusia menjadi tau sesuatu dari sebelumnya yang tidak mengetahui apa – apa, manusia akan mencari tahu bagaimana cara hidup yang lebih baik dari pada yang sebelumnya. Manusia juga bisa mencari tahu apa yang ingin mereka ketahui, melalui teknologi – teknologi yang sudah berkembang pesat saat ini. Misalnya sesorang ingin mengetahui obat untuk menyembuhkan penyakit seperti tifus,magh,usus buntu,dan lain –lain,dapat dilakukan dengan cara browsing di internet,disana kita akan langsung mengetahui apa yang kita butuhkan.
Ilmu melingkupi tiga bidang pokok yaitu ilmu pengetahuan abstrak, ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan humanis. Ilmu pengetahuan abstrak meliputi metafisika, logika, dan matematika. Ilmu pengetahuan alam meliputi Fisika, kimia, biologi, kedokteran, geografi, dan lain sebagainya. Ilmu pengetahuan humanis meliputi psikologi, sosiologi, antropologi, hukum dan lain sebagainya.

Kesadaran manusia secara garis besar terbagi atas tiga dimensi yang amat penting. Pengalaman, perasaan dan pengetahuan. Ketiga dimensi itu berbeda secara substantif tetapi sangat saling berkaitan.

Sedangkan pengetahuan adalah apa yang diketahui oleh manusia atau hasil pekerjaan manusia menjadi tahu. Pengetahuan itu merupakan milik atau isi pikiran manusia yang merupakan hasil dari proses usaha manusia untuk tahu. Dalam perkembangannya pengetahuan manusia berdiferensiasi menjadi empat cabang utama, filsafat, ilmu, pengetahuan dan wawasan. Untuk melihat perbedaan antara empat cabang itu, saya berikan contohnya: Ilmu kalam (filsafat), Fiqih (ilmu), Sejarah Islam (pengetahuan), praktek Islam di Indonesia (wawasan). Bahasa, matematika, logika dan statistika merupakan pengetahuan yang disusun secara sistematis, tetapi keempatnya bukanlah ilmu. Keempatnya adalah alat ilmu.
           
            Pengetahuan juga memiliki arti adalah keseluruhan pengetahuan yang belum tersusun, baik mengenai matafisik maupun fisik, pengetahuan merupakan  informasi yang berupa common sense,  tanpa memiliki metode, dan mekanisme tertentu. Pengetahuan berakar pada adat dan tradisi yang menjadi kebiasaan dan pengulangan-pengulangan. Dalam hal ini landasan pengetahuan kurang kuat cenderung kabur dan samar-samar. Pengetahuan tidak teruji karena kesimpulan ditarik berdasarkan asumsi yang tidak teruji lebih dahulu.  Pencarian pengetahuan lebih cendrung trial and error dan berdasarkan pengalaman belaka.
            Kesadaran manusia secara garis besar terbagi atas tiga dimensi yang amat penting, pengalaman, perasaan dan pengetahuan. Ketiga dimensi itu berbeda secara substantif tetapi sangat saling berkaitan.
            Pengetahuan juga memiliki arti apa yang diketahui oleh manusia atau hasil pekerjaan manusia menjadi tahu. Pengetahuan itu merupakan milik atau isi pikiran manusia yang merupakan hasil dari proses usaha manusia untuk tahu. Dalam perkembangannya pengetahuan manusia berdiferensiasi menjadi empat cabang utama, filsasat, ilmu, pengetahuan dan wawasan.
            Setiap ilmu (sains) adalah pengetahuan (knowledge), tetapi tidak setiap pengetahuan adalah ilmu. Tadi,kita sudah membahas tentang Ilmu,yang secara garis besar artinya adalah semacam pengetahuan yang telah disusun secara sistematis.Seseorang yang ingin berilmu perlu memiliki pengetahuan yang banyak dan memiliki pengetahuan tentang logika, matematika, statistika dan bahasa. Kemudian pengetahuan yang banyak itu diolah oleh suatu metode tertentu. Metode itu ialah metode ilmiah. Pengetahuan tentang metode ilmiah diperlukan juga untuk menyusun pengetahuan-pengetahuan tersebut untuk menjadi ilmu dan menarik pengetahuan lain yang dibutuhkan untuk melengkapinya.
Belakangan ini kita melihat adanya perubahan yang mendasar dari evolusi kesadaran manusia yaitu mencari indentitas dirinya. Maka dimana-mana muncul berbagai macam cara untuk memperoleh apa yang dinamakan ilmu pengetahuan tentang jati diri dan cara memperolehnya. Orang yang membawa ilmu pengetahuan inipun berbeda dalam ciri dan caranya sehingga muncul juga penafsiran yang berbeda tergantung sejauh mana pengertian yang ia peroleh. Ilmu pengetahuan adalah pengumpulan pengertian tentang suatu hal yang kita dapat karena “tahu”.
- Ilmu pengetahuan exacta (nyata), ilmu ini bersifat nyata, seperti ilmu matematika,fisika,kimia.
- Ilmu pengetahuan abstrak (tanpa wujud), ilmu ini hanya dapat dirasakan. Seperti kepercayaan seseorang dalam memilih agama.
            Kedua ilmu pengetahuan ini berasal dari penerapan indera. Semua ilmu pengetahuan baik exacta atau yang abstrak ada jalan untuk mempelajarinya
            Ilmu pengetahuan yang sifatnya mati, karena itu untuk mempelajari ilmu pengetahuan dibutuhkan guru dan buku. Mempelajari daya hidup dengan ilmu pengetahuan abstrak berarti kita mempergunakan pengertian yang mati untuk mempelajari daya yang hidup. Dalam mempelajari ilmu pengetahuan yang nyata, kita juga mempergunakan pengertian yang mati tetapi untuk hal yang sifatnya juga mati, dan merupakan fakta nyata yang bisa diserap, dipikir, dan dikongklusi. Dengan cara berpikir demikian dapat membawa kita maju dalam ilmu pengetahuan yang dipelajari. Dalam mempergunakan pengertian mati untuk mempelajari daya hidup yang tanpa wujud kita tidak menemukan fakta nyata lahiriyah guna bahan pencerapan, perbandingan dan pemikiran. Tiap kongklusi yang diambil dengan kecerdasan otak tentu hanya dikira-kira, dan tidak berdasarkan fakta nyata. Maka sebab itulah pengertian rohani terhadap daya hidup sifatnya adalah mati. Dengan kecerdasan otak saja, kita tidak bisa mempelajari daya hidup apalagi tanpa guru atau tanpa buku. Jika kita melihat ilmu ketuhanan sebagai ilmu pengetahuan berpijak dari percaya akan adanya Tuhan. Seandainya kepercayaan akan adanya Tuhan itu tidak ada, maka ilmu pengetahuan dengan sendirinya tidak ada juga. Maka untuk mempelajari ilmu pengetahuan tentang ketuhanan kita tidak diharuskan untuk percaya bahwa Tuhan itu ada. Misalkan seorang atheis juga bisa mempelajari ilmu pengetahuan ketuhanan karena ilmu pengetahuan seperti yang telah kita bahas sebelumnya berproses dari panca indera sampai pada otak hingga timbul pengertian-pengertian hasil dari ilmu pengetahuan yang kita pelajari.
            Jika kita memiliki banyak pengetahuan tentu kita akan menjadi lebih banyak tahu, akan sangat mudah untuk kita mendapatkan banyak teman. Dengan memiliki jaringan pertemanan tentu kita akan menjadi lebih banyak tahu,karena kita bisa saling bertukar informasi. Dan biasanya jika kita ingin diterima banyak orang kita harus memiliki pengetahuan yang luas, seperti di sekolahan, jika seseorang memiliki banyak pengetahuan
Secara tidak langsung orang tersebut akan menjadi terkenal atau populer di sekolah. Contoh lain, misalnya di lingkungan tempat kita tinggal ada seseorang yang memiliki pengetahuan luas, tentu saja kita sebagai masyarakat atau tetangga akan merasa nyaman untuk bertanya dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Begitu juga dengan orang tua yang memiliki jiwa demokratis, akan sangat mudah untuk menyelesaikan masalah – masalah yang terjadi didalam keluarganya.
            Apabila kita memiliki banyak pengetahuan akan membuat banyak orang tertarik kepada kita, misalnya mereka tertarik dengan cara kita menyampaikan informasi atau cerita. Jika kita bisa menyampaikan dengan baik dan tidak membosankan tentu orang akan merasa nyaman dan tidak akan bosan mendengar apa yang kita sampaikan.
            Jika ingin memiliki pengetahuan yang luas, terlebih dahulu kita harus mencintai dan menyukai ilmu pengetahuan. Tips agar bisa memperbanyak pengetahuan:
-          Berdiskusi dengan orang – orang yang memiliki banyak ilmu pengetahuan, baik dilakukan dengan teman, guru, dan orang tua.
-          Rajin membaca buku yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan.
-          Mau menjadi pendengar yang baik.
-          Memperhatikan keadaan keadaan sekitar.
-          Mau berbagi ilmu dengan siapapun.
-          Dan lain – lain
            Sebenarnya ilmu dan pengetahuan bisa kita dapatkan dimana saja, seperti ketika kita melihat anak kecil yang sedang ngamen di jalanan dan pada siang harinya mengikuti pembelajaran disekolah, pasi kita akan bertanya – tanya mengapa disaat anak – anak seusianya sedang belajar dan mengenyam pendidikan tanpa harus bersusah payah mencari biaya sendiri, anak tersebut malah ngamen mencari uang untuk mencukupi biaya sekolah. Dari contoh tersebut kita dapat mengambil ilmu, walaupun anak tersebut kesulitan dalam masalah biaya,tetapi dia tetap sekolah dan mau mencari uang dengan cara yang halal. Sedangkan pengetahuan yang kita dapatkan adalah tidak semua pengamen itu tidak baik dan tidak sekolah. 
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi :
Budaya, dengan demikian telah menjadi sebuah alat evolusi yang baru. Budaya sendiri memiliki beberapa aspek, di antaranya ilmu pengetahuan dan teknologi. Teknologi berkembang lebih dahulu, semenjak manusia menggenggam batu dan memakainya sebagai alat. Mula-mula hanya batu alam yang agak tajam. Lama kelamaan manusia menemukan cara untuk membuat sendiri batu yang lebih tajam dan tentunya lebih baik. Cara membuat “kapak” batu ini diteruskan turun temurun. Begitu pula dengan teknologi lainnya. Anak manusia selama masa kanak-kanaknya, masa bergantung kepada manusia dewasa, dapat mempelajari budaya ini pada waktu luangnya.
Cara hidup berkelompok juga adalah salah satu budaya yang dikembangkan manusia. Apakah suatu kelompok mampu bertahan atau tidak ditentukan oleh budaya yang dikembangkan oleh kelompoknya. Kelompok yang sukses bertahan dan berkembang, yang lemah hilang ditelan waktu atau dikuasai oleh kelompok yang lebih kuat. Nasib manusia selamanya tergantung pada kemampuan berpikirnya.
Sejarah dunia telah menunjukkan peradaban yang lebih maju menaklukkan peradaban yang lebih terbelakang. Yang menang selanjutnya bisa saja ditaklukkan oleh peradaban lain lagi yang lebih maju. Kadang kalanya terjadi pengecualian di mana bangsa barbar mampu menaklukkan bangsa yang lebih maju seperti pada kasus invasi Mongol pada masa Genghis Khan. Pada intinya yang kuat bertahan, yang lemah ditaklukkan.
Teknologi bisa menjadi penentu kemenangan yang berarti. Jika dua suku berperang, satu suku memakai tombak batu dengan perisai kulit dan yang lain tombak dan perisai perunggu, sudah jelas kemenangan ada di pihak mana. Hal yang jelas terlihat pada invasi Spanyol ke “Dunia Baru”, menaklukkan suku liar yang bahkan tidak mengenal kuda dengan pasukan kavaleri, pedang dan mesiu. Hasilnya mengerikan!
Ilmu pengetahuan, menjadi perintis yang membuat kemajuan teknologi menjadi lebih pesat dan tak terbayangkan. Ia melampaui batas-batas praktis ke ranah abstrak yang sulit dijangkau pikiran. Ilmu pengetahuan sendiri sebenarnya baru berkembang pada dua milenium terakhir. Namun bisa kita lihat sendiri betapa pesatnya perkembangan yang terjadi pada dua milenium terakhir ini.
Ilmu pengetahuan pun tidak berjalan linear. Ia dapat timbul dan tenggelam. Ia hanyut bersama dalam perkembangan peradaban manusia. Kapal dengan lambung melengkung yang merajai Mediterania di jaman Yunani kuno hilang ditelan peradaban dan baru ditemukan kembali pada era eksplorasi pada abad pertengahan.
            Ilmu pengetahuan dan teknologi dari awal mulanya memang diperuntukkan bagi kemudahan hidup manusia. Teknologi menjadi perpanjangan tangan manusia dalam menaklukkan alam. Ia juga mengubah lingkungan menjadi lebih enak untuk ditinggali. Bepergian tidak lagi sulit seperti dulu. Begitu pula dengan komunikasi yang berlangsung dengan sekejab mata. Di lain pihak manusia semakin bergantung pada teknologi. Padamnya listrik di Jakarta beberapa waktu lalu mampu melumpuhkan seluruh kota. Gaya hidup pun berubah, di mana banyak orang yang tak mampu hidup tanpa handphone dan televisi. Saya tidak tahu apakah jari-jari manusia akan kehilangan fungsinya karena yang dipakai hanya jempol baik untuk mengirim SMS atau bermain PlayStation™.
Persoalan yang lebih besar bahkan lebih banyak. Kita berhadapan dengan pemanasan global dan juga kepunahan species. Mau tidak mau harus diakui bahwa manusia berkontribusi atas semua perubahan ini. Belum lagi perdebatan mengenai kloning, stem cell, dan segala macam rekayasa genetika. Revolusi informasi menghubungkan seluruh dunia yang membuat informasi tersebar dengan cepat yang membuat tiada lagi tempat bersembunyi. Bagaimana kita menyikapi semua ini.  Apakah ilmu pengetahuan seperti kotak pandora yang setelah dibuka tak dapat dikendalikan?
                Jika anda termasuk orang yang suka belajar banyak hal, mungkin tips berikut ini bisa memberi manfaat bagi anda untuk terus dapat menambah wawasan anda murah meriah atau bahkan secara gratis. Jangan hanya belajar waktu sekolah dan kuliah saja, namun di setiap kesempatan mulai dari lahir hingga wafat. Jika perlu kejar saja ilmu tersebut walaupun harus ke negeri Cina.
Cara Memperoleh Ilmu Pengetahuan
1. Prasangka
Adalah sesutau kemungkinan atau atau dugaan terhadap sesuatu yg belum tentu benar .
2. Intuisi
Adalah suatu pendapat yg tiba2 muncul tanpa dipikir secara logis dan analisis
3. Trial dab Error
Adalah coba2, untung2an yg hasilnya belum tentu benar.
           
            Menurut Charles Price ada 4 macam cara untuk memperoleh pengetahuan:
1. Percaya
Seseorang akan mendapat pengatahuan karena ia percaya pada hal tersebut adalah sesuatu yang benar.
2. Wibawa
Sesuatu akan dianggap benar,apabila seseorang yang berwibawa menyatakannya benar.
3.Apriori
Merupakan suatu keyakinan atau pendirian atau anggapan sebelum mengetahuai (melihat,mendengar,dan menyelidiki) keadaan tertentu.
4. Metode Ilmiah
Seseuatu dianggap ilmiah apabila memiliki patokan-patokan yg merupakan rambu-rambu untuk menentukan benar atau salah.

            Ilmu pengetahuan dianggap Alamiah apabila memenuhi 4 syarat yaitu :
• Objektif
Pengetahuan itu sesuai dengan Objek
• Metodik
Pengetahuan itu diperoleh dengan cara2 tertentu dan terkontrol
• Sistemati
Pengetahuan ilmiah itu tersusundalam suatu system, tidak berdiri sendiri satu sama lain saling berkaitan ,saling menjelaskan,sehingga keseluruhan menjadi kesatuan yg utuh.
• Berlaku Umum/ Universal
Pengetahuan tidak hanya diamati hanya oleh seseorang atau oleh beberapa orang saja ,tapi semua org dengan eksperimentasi yg sama akan menghasilkan sesuatu yg sama atau konsisten.
Menurut Notoadmodjo cara memperoleh kebenaran pengetahuan sepanjang sejarah, dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu:
             
              Cara Tradisional
Cara-cara penemuan pengatahuan pada periode ini antara lain:
1.    Cara coba-coba ini dilakukan dengan menggunakan kemungkinan tersebut tidak berhasil dicoba kemungkinan yang lama.
2.   Cara kekuasaan (otoritas)
Dimana pengetahuan diperoleh berdasarkan pada kekuasaan, baik otoritas tradisi, otoritas pemerintah, otoritas pemimpin, maupun otoritas ahli ilmu pengetahuan.
3.   Berdasarkan pengalaman
Hal ini dilakukan dengan cara mengulang kembali pengalaman yang diperoleh dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi pada masa yang lalu.
4.   Melalui jalan pikiran
Menusia telah mampu menggunakan penalarannya dalam memperoleh pengetahuan.
              Cara modern dalam memperoleh pengetahuan.
Cara baru atau modern dalam memperoleh pengetahuan pada dewasa ini lebih sistematis, logis danilmiah, cara ini disebut dengan metode penelitian ilmiah atau lebih populer lagi metodologi penelitian.

            Itulah sekilas tentang perbedaan, manfaat, contoh, dan tips untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Semoga dengan adanya artikel ini anda bisa terus dapat menambah ilmu pengetahuan. Jika kita punya ilmu, akan sangat baik jika ilmu itu kita sebarkan kepada yang membutuhkan .
Referensi:

8 komentar:

  1. Terima kasih, artikelnya jadi paham perbedaanya

    BalasHapus
  2. Terima kasih atas artikelnya, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  3. Alilmu Nuurun
    Yubayyinul Haq Wal Baathiinyat

    Menurut saya, apa2 yang anda uraian sangat jauh dengan makna kalimat di atas...
    Mohon maaf sebelumnya,...
    Hanya sekedar saran

    BalasHapus
  4. Alilmu Nuurun
    Yubayyinul Haq Wal Baathil

    Menurut saya, apa2 yang anda uraian sangat jauh dengan makna kalimat di atas...
    Mohon maaf sebelumnya,...
    Hanya sekedar saran

    BalasHapus
  5. Ilmu & Pengetahuan adalah sesuatu yang berbeda ,...hanya saja ada seolah-olah ada kemiripan

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Tanpa Ilmu Pengetahuan. manusia bagaimana bumi tanpa cahaya. Ilmu pengetahuan lah yang akan menerangi jalan seseorang

    BalasHapus